9 Fakta Penggunaan Sabun Mandi di Indonesia

Benarkah sabun mandi merupakan preferensi pribadi? Benarkah konsumen memiliki hidden needs seputar sabun mandi? Berikut 9 fakta seputar penggunaan sabun mandi menurut riset netnografi dari markplus insight.


1. No matter how sophisticated you are, a soap is still a soap
Prestise sabun mandi hanya muncul ketoka ada orang lain yang tahu. Ketika berada di rumah, sabun mandi yang menjadi preferensi justru sabun mandi yang sudah lama digunakan dan yang menimbulkan suasana nyaman. Bisa jadi, sebenarnya segmentasi pasar mandi yang berdasarkan lifestyle yang tampak dari luar kurang efektif.

2. Tradisi ibunda: tempel sabun batang demi penghematan
Barangkali Anda pernah melihat kebiasaan orang menempel sisa sabun mandi ke sabun mandi beikutnya yang akan digunakan. Ya, penggunaan sabun mandi bukanlah soal keterbatasan uang saja melainkan juga soal kebiasaan yang melekat sejak kecil. Sabun mandi dari merek yang berbeda pun bisa ditempel menjadi satu. Selain hemat juga ramah lingkungan bukan?  Ternyata, bagi sebagian orang, tingkat kerasnya sabun mandi juga penting.

3. Semakin berumur semakin simpel
Penggunaan sabun mandi all-in-one (yang mengandung lotion/moisturizer/pelembab) ternyata bukan hanya milik youth saja, melainkan juga disukai orang yang semakin "berumur". Kulit yang semakin kering dan butuh kelembaban menyebabkan sabun berpelembab cukup diminati kelompok ini. Mandi cukuplah menjadi ritual sederhana tanpa banyak "pernik" sehingga kebutuhan akan kebersihan dan kelembaban cukup hanya diwakili satu jenis sabun saja, yaitu sabun berpelembab.

4. Apapun yang mama belikan, oke lah!
Bagi sebagian laki-laki lajang, sabun mandi yang digunakan adalah sabun mandi yang disediakan oleh ibu, apapun merekny, dan siapapun target marketnya. Bahkan, sabun mandi buat kaum perempuan pun jadilah. Branding dan differentiation di sini seolah telah kehilangan makna.

5. Sabun itu urusan prestise (jika dilihat orang)
Si pengguna sabun mandi batang non-branded  bisa sekejap menjadi pengguna sabun mandi cair bermerek terkenal, khususnya jika berada di tempat umum (gym). Kasus ini berlaku juga bagi kaum laki-laki. Mungkin benar adanya bahwa you are what you use (in front of others).

6. (Pemillihan) Sabun adalah urusan Venus
Ibu, istri, atau siapapun yang bisa belanja, adalah yang berkesempatan lebih besar menentukan sabunmandi yang dipakai untuk keluarga. Jangan salah sangka, walaupun seolah-olah positioning, differentiation, dan branding itu tidak berlaku lagi, kaum Venus tetap memegang peranan dengan fungsinya sebagai pembelanja bulanan keluarga, termasuk sabun mandi.

7. Kemasan (botol) sabun bisa menjadi alat retensi
Ya, kemasan sabun mandi khususnya yang berbentuk botol biasanya digunakan dalam waktu yang relatif panjang, baru diganti ketika rusak atau sudah tidak layak pakai. Kemasan botol ini sebenarnya bisa mendorong retensi yang lebih selektif, mudah, dan ekonomis. Bayangkan jika setiap hari pengguna melihat merek sabun mandi idolanya dan mencium wanginya, hmmm... sungguh powerful.

8. Edisi kemasan traveling is a must!
Ketika berhadapan dengan kepentingan mobile, botol yang kecil dan compact lebih menjadi pertimbangan dibandingkan dengan varian dari sabun mandi itu sendiri. Karenanya, sangatlah penting bagi setiap merek sabun mandi untuk menyediakan kemasan khusus travelling.

9. All in One
Beberapa kebiasaan yang terbawa sejak kecil plus pengaruh kondisi kesibukan, ternyata membuat mandi (cukup) sekali saja. Yang penting (terasa) bersih walaupun hanya satu kali. Selain itu, sabun mandi ternyata juga bisa digunakan untuk cuci muka. All in one. Praktis dan ekonomis bukan?

Sumber: the-marketeers

Comments

Popular posts from this blog

Daun Karuk untuk Obat Batuk

Mengenal Hidroponik

Hydroponics: A Smart Farming Solution for Limited Spaces