Bertanam Cabai
Hari Minggu. Saatnya untuk bersantai. Tidur-tiduran? Oh, bukan. Bersantai melakukan hobi yang lama "terbengkalai". Maklum, karena kesibukan kantor, jadi tidak sempat melakukan hobi. Hobi yang relatif baru sebenarnya. Hobi yang going green.
Sebenarnya apa sih hobinya? Kok pakai green segala? Well, hobinya adalah bertanam/berkebun. Berhubung ada pekarangan rumah bagian belakang, yang sebenarnya adalah garasi mobil, tapi karena luasnya lebih dari 1 mobil, akhirnya dipakailah sisanya untuk berkebun.
Lalu, tanaman apa sih yang ditanam? Hehe, berhubung mahalnya cabe di pasaran, pilihan jatuh ke tanaman cabai. Bibitnya darimana? Ga usah jauh-jauh. Apalagi beli. Cukup menggunakan cabai bumbu dapur saja. Caranya bagaimana? Ambil cabai 1, keluarkan bijinya, keringkan. Kalau sudah, semai deh. Begitu saja? Yup, ambil cara yang paling mudah saja. Meski sebenarnya ada cara lebih advance bagi para pekebun pro. Misalnya direndam ke larutan perangsang akar, dipilih dan dibuang yang mengambang. Hehe, agak ribet dan kelamaan kalau menurut saya. Males banget nih. Maklum, pemula.
Well, setelah 3 bulan, akhirnya tumbuh juga cabainya dan sudah berbuah beberapa. Yah, ga semua tanaman cabai berbuah sih. Tapi ya lumayan meskipun daunnya banyak yang keriting. O iya, semuanya tanpa pupuk pabrik ya, nothing but kompos. Mencoba untuk lebih organik. Bahkan menggunakan pupuk organik cair buatan sendiri lho. Cara bikinnya? Well, nanti deh di artikel selanjutnya.
So far, I'm doing great in gardening. Hehe, pretty confidence, eh? Tinggal nunggu tanaman yang lain dipindahin ke pot atau ditambah media tanamnya saja. Maklum, space terbatas. Terpikir juga sih untuk vertical gardening, bisa hemat space. Hehe, apalagi tuh? Tapi masih belum ada energi untuk melakukannya. Dananya juga terbatas nih :P. Jadi, semoga semua semua tanaman cabai berbuah lebat dan bisa dipakai buat bumbu masak.
Cheers...

Comments
Post a Comment